PM hunsen tidak mencabut larangan

Kamboja sedang menimbang untuk menggagalkan larangan masuk untuk beberapa wisatawan yang sudah atau transit lewat 10 negara Afrika dan kebalikannya memerlukan test PCR, Pertama Menteri Hun Sen menjelaskan tempo hari.

Mr Hun Sen menjelaskan: “Saat ini Afrika Selatan sendiri sudah mengonfirmasi jika tidak ada permasalahan dan ada negara yang sudah membuat beberapa informasi mengenai larangan penerbangan dari daerah ini.”

“Berbagai sepakat dengan Sekretaris Jenderal Federasi Bangsa-Bangsa Antonio Guterres Race yang menjelaskan jika beberapa negara larang penerbangan dari Afrika, nampaknya beberapa negara Afrika akan terisolasi untuk berperang di medan perang saja,” ucapnya, sambil menambah jika Kamboja sudah berlakukan larangan pada 10 negara. di Afrika.

“Bila kita tinggalkan Afrika sendirian, itu benar-benar tidak betul,” kata Hun Sen.

Ia menambah jika kami tidak mempunyai penerbangan langsung dari Afrika, jadi kelihatannya tidak ada kewajiban untuk larang penerbangan atau wisatawan. Tetapi, ada pula peluang beberapa wisatawan dari beberapa negara itu tiba ke Kamboja, hingga pengetesan di saat kehadiran harus diperkokoh.

“Oleh karenanya, walau pemudik telah divaksin komplet yang transit dan bertandang ke 10 negara tersebut, kita perlu lakukan test PCR dibanding larang penerbangan,” ucapnya. “Lakukan ini akan memperlihatkan kami tidak diskriminatif.”

Dia menghimbau ke semua warga Kamboja tidak untuk cemas walau ada Covid-19 dan variasinya.

“Tidak boleh terlampau takut sampai kehilangan kendalian. Kami sudah bertanding dengan beberapa variasi. Kami bisa (berusaha) dan menerobosnya karena saat ini kondisinya lebih bagus dari mulanya, “ucapnya.

“Negara kami mempunyai nyaris 20.000 kasus Delta di Kerajaan. Variasi ini membuat takut semuanya orang di penjuru dunia, maka janganlah cemas. Semua perlakuan kesehatan dan vaksinasi penuh masih tetap penting di tengah-tengah pembukaan kembali negara tersebut,” kata Hun Sen.

Jubir Kementerian Kesehatan Or Vandine menjelaskan ke Khmer Times tempo hari jika kementerian akan bekerja dengan kewenangan berkaitan untuk mengaplikasikan anjuran Pertama Menteri.

“Dalam perjalanannya, kementerian akan perkuat kemampuan pengetesan untuk mengetahui virus baru di tepian internasional,” ucapnya. “Berbagai benar-benar memberikan dukungan referensi Pertama Menteri karena ini ialah keputusan yang akurat. ”

“Kementerian akan bekerja bersama dengan petinggi berkaitan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memberi respon Covid-19 dan variasinya lebih efisien. Bagaimana juga wujud Covid-19 tersebut, masih sama, maka janganlah cemas dan musuh dengan masih tetap ikuti beberapa langkah kesehatan,” kata Vandine.

Perwakilan WHO Dr Li Ailan menjelaskan ke Khmer Times tempo hari: “Ini ialah arah yang bagus dengan konsentrasi pada semakin banyak persiapan negara untuk peluang kenaikan Omicron dan variasi baru yang lain seperti Delta dalam kerangka taktik Kamboja sekarang ini.”

“Omicron benar-benar gampang menyebar dan akan susah atau mungkin tidak realitas untuk seutuhnya hentikan virus yang tiba lewat larangan melancong karena karakter penebaran penyakit,” ucapnya.

“Sementara beberapa langkah pengaturan tepian berbasiskan resiko bisa menolong ‘membeli waktu’ untuk persiapan negara untuk kenaikan, larangan perjalanan lengkap tidak menahan penebaran internasional dan mereka tempatkan berat beban pada kehidupan dan mata pencarian,” sambungnya.

Dr Ailan menulis jika beberapa langkah tepian dan perjalanan berbasiskan resiko seperti pengetesan PCR dan karantina jika dibutuhkan bisa lengkapi beberapa langkah tanggapan penting yang lain seperti “perkuat mekanisme pemantauan dan tanggapan untuk mendeteksi dini dan tanggapan cepat, membuat opsi pribadi yang pas untuk meneruskan perlakuan Covid-19 dan perkuat kemampuan perawatan kesehatan, memperoleh vaksinasi penuh saat gantian Untuk”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *