Bandara Soekarno-Hatta diperketat

SEPUTAR CAMBODIA – Lapangan terbang Soekarno-Hatta akan mengaplikasikan pengaturan penerbangan internasional yang ketat sebagai usaha memproteksi masyarakat Indonesia dari kasus importasi COVID-19 terhitung variasi baru Omicron.

Director of Operation dan Serviss PT Angkasa Pura II (Persero) Muhamad Wasid menjelaskan Lapangan terbang Soekarno-Hatta mengaplikasikan ketetapan dalam Surat Selebaran Menteri Perhubungan Nomor SE 102 Tahun 2021 mengenai Prosedur Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Periode Wabah COVID-19.

SE itu atur penutupan sementara masuknya Masyarakat Negara Asing (WNA), baik langsung atau transit di negara asing, yang sempat tinggal dan/atau berkunjung dalam waktu 14 hari dari negara/daerah yang sudah memverifikasi ada transmisi variasi Omicron.

Negara itu yaitu Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, dan negara yang geografis bersisihan dengan negara transmisi komune kasus Omicorn yakni Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho.

“Bersamaan dengan penutupan sementara masuknya WNA itu, stakeholder Lapangan terbang Soekarno-Hatta tingkatkan pemantauan pada aktor perjalanan internasional,” katanya, dalam info sah, Jumat, 3 Desember 2021.

Sesudah dilaksanakan koordinir antara stakeholder, titik checkpoint akan ditambahkan untuk pastikan ketetapan penutupan sementara masuknya WNA sama sesuai SE Menhub Nomor 102/2021 bisa diaplikasikan secara baik.

Tambahan titik checkpoint ialah pengecekan oleh petugas imigrasi di titik paling depan sesudah penumpang turun dari pesawat.

Awalnya, saat penumpang keluar pesawat maka menjumpai checkpoint pengecekan document kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Dermaga Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes).

“Saat ini, akan ditambah dengan pengecekan oleh petugas imigrasi . Maka, saat penumpang keluar pesawat maka menjumpai checkpoint pengecekan document perjalanan oleh petugas imigrasi,” terang Muhamad Wasid.

Adapun untuk stempel cap imigrasi di paspor masih tetap dilaksanakan di counter imigrasi eksisting untuk aktor perjalanan internasional yang penuhi persyaratan masuk ke daerah Indonesia.

Executive General Manajer Lapangan terbang Soekarno-Hatta Agus Haryadi menjelaskan pengecekan oleh petugas imigrasi di titik paling depan ini buat pastikan ketetapan penutupan sementara masuknya WNA dari 11 negara sama sesuai SE Menhub Nomor 102/2021 ini jalan efisien.

“Petugas imigrasi ada di muka untuk lakukan pengecekan, dan untuk WNA yang terhitung dalam ketetapan penutupan sementara masuk ke daerah Indonesia tidak mengolah selanjutnya kehadiran internasional,” terang Agus Haryadi.

Pengecekan oleh petugas imigrasi di titik paling depan ini searah dengan instruksi Menteri Perhubungan supaya ketetapan penutupan masuk sementara untuk WNA bisa berjalan dengan baik.

Test COVID-19
Agus Haryadi menambah Lapangan terbang Soekarno-Hatta juga siap dalam jalankan test NAAT/tipe yang lain atau test RT-PCR untuk penumpang pesawat yang baru landing, seperti sama sesuai ketetapan SE Menhub Nomor 102/2021.

Sekarang ini Lapangan terbang Soekarno-Hatta sudah diperlengkapi sarana laboratorium Bio Safety Laboratorium Level-2 (BSL-2) memiliki pengecekan contoh sampai 1.216 contoh /jam atau sekitaran 29.184 setiap hari.

“Sarana BSL-2 ini memberikan dukungan usaha menahan kasus import COVID-19,” terang Agus Haryadi.

Adapun sesudah usai mengolah kehadiran internasional di lapangan terbang, penumpang harus jalani karantina di lokasi yang sudah diputuskan.

Sesuai Addendum Surat Selebaran Satuan tugas Pengatasan COVID-19 Nomor 23 Tahun 2021 Mengenai Prosedur Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Periode Wabah COVID-19, periode karantina untuk aktor perjalanan internasional baik WNI atau WNA di saat kehadiran dilaksanakan test ulangi RT-PCR dan diharuskan jalani karantina sepanjang 10 x 24 jam. Untuk WNI dan WNA dilaksanakan RT-PCR ke-2 di hari kesembilan karantina untuk yang lakukan karantina dengan durasi waktu 10 x 24 jam.

Untuk WNI yang datang dari Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho, dilaksanakan RT-PCR saat kehadiran, lalu karantina 14 x 24 jam. Di hari ke-13 dilaksanakan RT-PCR ke-2 .

Mari teman teman gabung Group Telegram SC – group informasi uptodate https://t.me/joinchat/3YJ5My82GBs5MWI1

 

Updated: 04/12/2021 — 1:29 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *