Apa bahaya dari Varian Omicron?

seputar cambodia – Munculnya varian Omicron B.1.1.529 mengakibatkan banyak negara lakukan beberapa langkah pengetatan untuk menahan penebaran varian ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengelompokkan varian yang pertama teridentifikasi di Afrika Selatan ini sebagai varian of concern (VoC) atau mencemaskan. Selama ini, varian Omicron diverifikasi sudah menebar di sejumlah negara di luar Afrika Selatan, seperti Inggris, Jerman, Italia, dan Israel. Hadapi keadaan ini, banyak negara terhitung Indonesia tutup kehadiran masyarakat negara asing yang mempunyai kisah perjalanan dari beberapa negara Afrika.

Pandemiolog dari Kampus Griffith Australia Dicky Budiman menjelaskan, argumen varian Omicron pantas dicurigai ialah karena kekuatan penyebarannya yang cepat. Menurut Dicky, varian virus corona yang sanggup menyebar atau mengontaminasi secara cepat akan dikelompokkan sebagai varian yang beresiko.

“Dan dalam kerangka Omicron, dalam tiga minggu ia dapat membuat satu daerah yang tes positivity rate-nya dari 1 % jadi 30 %, dan daerah itu ialah Afrika Selatan,” kata Dicky saat dikontak , Minggu (28/11/2021).

Omicron jadi varian menguasai di Afrika Selatan Disamping itu, varian Omicron jadi varian yang menguasai di Afrika Selatan cuman dalam sekejap, geser status dari varian Delta yang awalnya memimpin. “Dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, ia (Omicron) bisa jadi menguasai, 75 % memimpin. Bahkan juga, diprediksi akhir November ini menjadi 100 % di Afrika Selatan,” kata Dicky. “Ini suatu hal yang mengagumkan, di tengah-tengah semula supremasi Delta . Maka jika ada varian yang dapat memimpin satu daerah dan menaklukkan Delta, memiliki arti varian ini lebih serius dalam pengertian infeksiusnya,” paparnya.

Selanjutnya, Dicky menjelaskan jika varian Omicron bisa lakukan reinfeksi atau infeksi ulangi pada beberapa orang yang telah terkena varian Delta, atau beberapa orang yang telah memperoleh vaksinasi. “Karena itu ini beresiko,” ungkapkan Dicky. Dicky menjelaskan, sekarang ini tidak bisa ditegaskan apa varian Omicron bisa berperan di tingkat keparahan penyakit yang dialami pasien Covid-19. “Data untuk kematian dan keparahan masih terlampau awalnya. Tetapi untuk transmisi atau penyebaran telah lebih dari beresiko. Bahkan juga kekuatannya dapat 500 % dari virus liar,” katanya. Mempunyai potensi memberatkan sarana kesehatan

Selama ini, menurut Dicky, infeksi varian Omicron ke orang yang telah memperoleh vaksinasi memperlihatkan tanda-tanda mild atau enteng. “Tetapi mild (enteng)-nya ini belum lumayan komplet. Karena yang disaksikan baru pada dewasa-muda di bawah 30 tahun,” kata Dicky. “Pada lanjut usia diberitakan (tanda-tandanya) berat. Nach ini (data keparahan dan kematian) yang harus dinanti,” paparnya. Akan tetapi, Dicky menjelaskan jika penebaran varian Omicron mempunyai potensi besar mengakibatkan beban rumah sakit dan sarana kesehatan bertambah.

Karena varian Omicron bisa dibuktikan mempunyai tingkat penyebaran yang bisa lebih cepat, hingga akan mempunyai potensi mengontaminasi semakin banyak orang. “Ucapkanlah fatalitas itu 1 % dari keseluruhan. Tetapi 1 % dari 100 dan 1 % dari 100.000 kan banyakan yang 100.000,” kata Dicky. “Selanjutnya kesakitan. Ucapkanlah kesakitan itu di range 20 % atau 15 %. Tetapi 15 % atau 20 % dari 1.000 dengan dari 100.000 atau 10.000 ya pasti berbeda,” tambah ia. Dari kasus di atas, karena itu dicemaskan bisa memberatkan sarana kesehatan, service kesehatan, keperluan obat, dan lain-lain.

Mengenai varian Omicron

Mencuplik situs WHO, Jumat (26/11/2021) varian Omicron atau B.1.1.529 pertama kalinya disampaikan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Keadaan pandemiologis di Afrika Selatan sudah diikuti oleh tiga pucuk berlainan dalam kasus yang disampaikan, yang paling akhir dikuasai varian Delta. Dalam beberapa pekan terakhir, infeksi sudah bertambah tajam, bersamaan dengan teridentifikasinya varian B.1.1.529.

Kasus infeksi B.1.1.529 pertama kali yang terverifikasi dijumpai datang dari sampel yang dihimpun pada 9 November 2021. Varian Omicron mempunyai sebagian besar perubahan, beberapa salah satunya mencemaskan. Bukti awalnya memperlihatkan jika varian B.1.1.529 tingkatkan resiko infeksi ulangi Covid-19 dibanding dengan VoC (varian of concern) yang lain. Jumlah kasus yang berkaitan dengan varian Omicron bertambah di sebagian besar propinsi di Afrika Selatan, bisa dibuktikan dari diagnostik PCR SARS-CoV-2 yang tetap mengetahui varian ini.

Mari teman teman gabung Group Telegram SC – group informasi uptodate https://t.me/joinchat/3YJ5My82GBs5MWI1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *